Jumat, 25 November 2011
Rahasia Militer RI Dicuri Mata-Mata di Seoul
SEOUL– Mengerikan. Data militer Indonesia yang dibawa oleh delegasi Indonesia yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Radjasa ke Korea Selatan, dicuri oleh tiga orang yang diduga mata-mata di kamar VIP hotel tempat mereka menginap di Seoul pada Rabu pekan lalu.Seperti dilansir media setempat, Korea Times edisi Jumat lalu, tiga pencuri masuk ke kamar VIP pejabat tinggi Indonesia. Mereka diduga kuat mencuri informasi rahasia seputar kerjasama keamanan antara Korsel dan Indonesia.
Televisi SBS yang mengutip pejabat Kemlu Korsel mengatakan ada dua pria dan satu wanita yang diduga ras Asia, mendownload atau mengunduh data rahasia dari laptop seorang anggota delegasi dengan flash disk. Data itu mengandung informasi sangat penting, termasuk rencana pembelian pesawat tempur T-50.
Polisi menduga kelompok pencuri ini adalah mata-mata atau anggota sindikat penjualan senjata. Sementara Kemlu Korsel mengatakan, pemerintah Indonesia tidak menyampaikan keluhan atas insiden itu.
Delegasi yang dipimpin Menko Perekenomian Hatta Radjasa tiba di Seoul sejak Selasa pekan lalu. Delegasi ini akan melakukan kerjasama ekonomi sebagai lanjutan atas kesepakatan antara Presiden SBY dan Presiden Lee Myung-bak. Turut dalam rombongan adalah Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan.
Petugas keamanan dari Indonesia pada saat kejadian, Rabu sore, sedang mendampingi para delegasi. Para penyelidik langsung melakukan investigasi pasca laporan dari delegasi Indonesia — memergoki para penyusup menggunakan flash disk untuk menyalin isi dokumen dalam laptop. Komplotan itu lantas melarikan diri dari hotel ke arah Sogong-dong, dekat balai kota Seoul.
Polisi mengatakan, para penyusup diyakini masuk ke hotel secara ilegal dan memang bermaksud mencuri informasi berharga soal rencana perdagangan senjata Indonesia dan Korea. Polisi menduga, para penyusup memang ditarget mencuri data sensitif, apalagi lokasi suite berada di lantai 19.
Para penyidik mengaku telah menelusuri rekaman CCTV hotel untuk melacak para tersangka. Namun, aparat mengaku kesulitan mengidentifikasi mereka. Gambar CCTV yang diambil dari kejauhan terlihat kabur.
Tapi pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah kabar ini. Laptop yang dikabarkan dicuri data-datanya itu, bukan milik delegasi Kemhan dan tidak ada data-data penting juga di dalamnya.
“Tidak ada data militer yang hilang atau dicuri. Laptop itu milik delegasi tim ekonomi, bukan anggota tim dari Kemhan. Isinya pun bukan data-data penting, hanya hal biasa saja,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen I Wayan Midhio, kemarin.
Wayan menjelaskan dalam kunjungan yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Radjasa ke Seoul tersebut, Menhan Purnomo Yusgiantoro dan tim hanya mendampingi. Bukan secara khusus membahas masalah kerjasama pertahanan dengan pihak Korea Selatan.
“Dalam kunjungan itu, tidak ada data-data militer kita yang dibawa. Rencana pembelian pesawat T-50 juga baru pada tahap omong-omong saja. Tidak ada yang rahasia, sudah kita sampaikan semua kepada media massa,” terangnya.
Menurut Wayan, jika memang ada data militer atau data penting yang dibawa delegasi Kemhan, tidak mungkin data-data tersebut ditinggalkan di kamar hotel tanpa penjagaan.
Sementara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membenarkan adanya kasus pencurian yang menimpa rombongan pejabat RI ini. Kasus itu pun sudah dilaporkan ke polisi setempat. Juru Bicara Kemlu Michael Tene menjelaskan, yang dicuri oleh pelaku hanya laptop, namun kemudian laptop segera ditemukan. “Ditemukan security hotel, masih di hotel lokasinya dan dikembalikan kepada staf kementerian yang kehilangan,” imbuhnya.
Namun Michael tidak memiliki data yang detil mengenai pelaku pencurian. “Saya tidak punya data rinci termasuk isi laptop tersebut bagaimana. Laptop hanya hilang beberapa waktu,” tutupnya. (dtc)
Sangat Rahasia, Tak Semua Pejabat Militer AS Tahu Operasi Penangkapan bin Laden
Senin, 02 Mei 2011 12:58 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD - Osama bin Laden - pemimpin terlama al Qaeda - dibunuh oleh pasukan AS di sebuah rumah sekitar 100 kilometer, atau 62 mil, sebelah utara ibukota Pakistan Islamabad bersama dengan anggota keluarga lainnya, seorang pejabat senior AS mengatakan kepada CNN.
Bin Laden melakukan perlawanan dan tewas dalam baku tembak, para pejabat senior pemerintah Pakistan mengatakan. Namun para pejabat intelijen Pakistan mengatakan tidak tahu siapa yang melepaskan tembakan yang benar-benar membunuh orang yang disebut-sebut sebagai dalang teror itu.
Tiga orang lainnya juga tewas dalam serangan, seorang di antaranya wanita.
Tim AS berada di kompleks selama sekitar 40 menit, kata para pejabat. Tidak ada korban di pihak Amerika, meskipun helikopter AS jatuh dalam serangan karena masalah mekanis. Helikopter itu kemudian dihancurkan karena alasan keamanan, para pejabat senior pemerintah mengatakan.
Operasi bersandi "Tangkap bin Laden" ini juga dilakukan sangat hati-hati. Pejabat itu mengatakan hanya sekelompok kecil orang di dalam pemerintah AS tahu tentang operasi ini sebelumnya. Petugas lainnya mengatakan "tim kecil AS" terlibat dalam operasi itu, tetapi resmi tidak akan mengkonfirmasi keterlibatan militer AS.
Namun, seorang pejabat pertahanan senior mengatakan US Navy terlibat.
Akademi Militer (Akmil) adalah sekolah pendidikan TNI Angkatan Darat di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Akademi Militer mencetak Perwira TNI Angkatan Darat. Secara organisasi, Akademi Militer berada di dalam struktur organisasi TNI Angkatan Darat, yang dipimpin oleh Gubernur Akademi Militer yang saat ini dijabat oleh Mayjen TNI Gatot Nurmantyo
Calon Taruna Akmil merupakan lulusan SMA atau MA (IPA dan IPS). Akmil merupakan pendidikan ikatan dinas yang dibiayai oleh negara.
Pada Tingkat III, Taruna dibagi menjadi 5 jurusan, yakni Jurusan Tempur, Jurusan Teknik Zeni, Teknik Peralatan, Teknik Perhubungan dan jurusan Administrasi.
Menjelang akhir pendidikan, khusus taruna Jurusan Tempur (Umum) dibagi lagi menjadi tiga yang akan menyandang korps Infanteri, Kavaleri, Artileri Medan, dan Artileri Pertahanan Udara. Khusus taruna Jurusan Administrasi dibagi lagi menjadi enam yang akan menyandang korps Pembekalan Angkutan, Topografi, Polisi Militer, Ajudan Jenderal, Keuangan, dan Penerbang.
Semua kecabangan itu merupakan pilihan dari taruna sendiri tetapi harus disesuaikan dengan hasil dari tes psikologi masing-masing taruna pada saat akhir pendidikan .
Pendaftaran biasanya dimulai pada bulan Februari dan seleksi dimulai April setiap tahunnya dan pendidikan dimulai pada 1 Agustus. Untuk lulusan IPS disesuaikan dengan kebutuhan di TNI-AD. Jadi, tidak setiap tahun menerima dari lulusan IPS.
Tanggal 1 Januari 1951 didirikan Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat (SPGi-AD) di Bandung yang kemudian menjadi Akademi Genie Angkatan Darat pada 26 Januari 1956. Lembaga pendidikan prajurit ini menjadi Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 23 September 1956. Tanggal 13 Januari 1951 didirikan Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat (P3AD) di Bandung.
Pada tanggal 11 November 1957 diresmikan Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang (Jawa Tengah), yang merupakan kelanjutan dari Akademi Militer Yogyakarta. Taruna yang masuk tahun 1957 dinyatakan sebagai taruna Akademi Militer angkatan ke-4. Kota Magelang dipilih sebagai lokasi AMN karena merupakan kota perjuangan dengan iklim baik, dan letaknya strategis dan dekat dengan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, yang bisa mengisi kekurangan tenaga dosen non-militer.
Pada tahun 1961, AMN Magelang diintegrasikan dengan Atekad Bandung dengan nama Akademi Militer yang berkedudukan di Magelang. Tahun 1965, AMN diintegrasikan dengan AAL, AAU, Akademi Angkatan Kepolisian dengan nama AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Dengan integrasi tersebut, pembinaan dan pengelolaan keempat AKABRI bagian dilaksanakan oleh Komando Jenderal AKABRI.
Tahun 1967, AKABRI di Magelang diresmikan menjadi AKABRI Udarat, yang meliputi dua Akabri di bawah satu pimpinan yakni Akabri Bagian Umum dan Akabri Bagian Darat. Akabri Bagian Umum mendidik taruna AKABRI bagian di tingkat I selama 1 tahun, sedang AKABRI Bagian Darat mendidik taruna AKABRI Bagian Darat mulai tingkat II sampai IV.
Tahun 1979, Akabri Udarat berubah menjadi Akabri Bagian Darat dan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan taruna AKABRI bagian darat selama 4 tahun. Selain itu juga menyelenggarakan pendidikan dasar keprajuritan Chandradimuka selama 17 minggu untuk Capratar AKABRI bagian Darat, Laut, Udara dan Kepolisian.
Pada tanggal 14 Juni 1984, sesuai dengan keputusan Panglima ABRI waktu itu, dalam rangka reorganisasi di lingkungan ABRI, maka pembinaan dan pengelolaan AKABRI Bagian Darat diserahkan kembali kepada Kepala Staf TNI AD, dan namanya berubah menjadi Akmil (Akademi Militer).
Setelah bergulirnya reformasi 1998, maka sesuai keputusan pimpinan ABRI yang memutuskan mulai 1 April 1999 adanya pemisahan POLRI dari ABRI dan ABRI menjadi TNI, maka nama AKABRI diubah menjadi AKADEMI TNI dimana Akademi Militer merupakan salah satu bagiannya.
Bin Laden melakukan perlawanan dan tewas dalam baku tembak, para pejabat senior pemerintah Pakistan mengatakan. Namun para pejabat intelijen Pakistan mengatakan tidak tahu siapa yang melepaskan tembakan yang benar-benar membunuh orang yang disebut-sebut sebagai dalang teror itu.
Tiga orang lainnya juga tewas dalam serangan, seorang di antaranya wanita.
Tim AS berada di kompleks selama sekitar 40 menit, kata para pejabat. Tidak ada korban di pihak Amerika, meskipun helikopter AS jatuh dalam serangan karena masalah mekanis. Helikopter itu kemudian dihancurkan karena alasan keamanan, para pejabat senior pemerintah mengatakan.
Operasi bersandi "Tangkap bin Laden" ini juga dilakukan sangat hati-hati. Pejabat itu mengatakan hanya sekelompok kecil orang di dalam pemerintah AS tahu tentang operasi ini sebelumnya. Petugas lainnya mengatakan "tim kecil AS" terlibat dalam operasi itu, tetapi resmi tidak akan mengkonfirmasi keterlibatan militer AS.
Namun, seorang pejabat pertahanan senior mengatakan US Navy terlibat.
Akademi Militer (Akmil) adalah sekolah pendidikan TNI Angkatan Darat di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Akademi Militer mencetak Perwira TNI Angkatan Darat. Secara organisasi, Akademi Militer berada di dalam struktur organisasi TNI Angkatan Darat, yang dipimpin oleh Gubernur Akademi Militer yang saat ini dijabat oleh Mayjen TNI Gatot Nurmantyo
Calon Taruna Akmil merupakan lulusan SMA atau MA (IPA dan IPS). Akmil merupakan pendidikan ikatan dinas yang dibiayai oleh negara.
Kurikulum
Pendidikan Akmil ditempuh dalam 4 tahun. Dengan rincian Pendidikan Dasar Keprajuritan Chandradimuka yang dilaksanakan bersama taruna AAL dan AAU selama 1 tahun, tingkat I s/d tingkat IV selama 4 tahun. Mulai tahun ini taruna yang lulus akan mendapat titel Sarjana Pertahanan . Selama masa pendidikan, Taruna tidak diperkenankan untuk menikah sampai yang bersangkutan telah 2 tahun menjalani ikatan dinas selepas dilantik menjadi letnan dua. Untuk lulusan IPA mengambil jurusan Umum, sedang untuk lulusan IPS mengambil jurusan Administrasi.Pada Tingkat III, Taruna dibagi menjadi 5 jurusan, yakni Jurusan Tempur, Jurusan Teknik Zeni, Teknik Peralatan, Teknik Perhubungan dan jurusan Administrasi.
Menjelang akhir pendidikan, khusus taruna Jurusan Tempur (Umum) dibagi lagi menjadi tiga yang akan menyandang korps Infanteri, Kavaleri, Artileri Medan, dan Artileri Pertahanan Udara. Khusus taruna Jurusan Administrasi dibagi lagi menjadi enam yang akan menyandang korps Pembekalan Angkutan, Topografi, Polisi Militer, Ajudan Jenderal, Keuangan, dan Penerbang.
Semua kecabangan itu merupakan pilihan dari taruna sendiri tetapi harus disesuaikan dengan hasil dari tes psikologi masing-masing taruna pada saat akhir pendidikan .
Pendaftaran biasanya dimulai pada bulan Februari dan seleksi dimulai April setiap tahunnya dan pendidikan dimulai pada 1 Agustus. Untuk lulusan IPS disesuaikan dengan kebutuhan di TNI-AD. Jadi, tidak setiap tahun menerima dari lulusan IPS.
Biasanya menerima 4 tahun sekali atau setiap ada kebutuhan dan disesuaikan dengan kebijakan dari Mabes TNI.Hal ini dikarenakan jurusan administrasi yang biasa diambil oleh lulusan IPS, akan diisi oleh perwira dari Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK) yang berasal dari D3 dan S1. Usia penerimaan calon taruna minimal 17 tahun 9 bulan pada saat pembukaan pendidikan per 1 Agustus dan maksimal 22 tahun. Bagi calon yang berkacamata maksimal 1 dioptri, nilai harus lebih tinggi daripada calon lain yang tak berkacamata yaitu 10 lebih tinggi (misal tak berkacamata rata-rata nilai 65, maka berkacamata harus 75). Untuk lebih lengkap bisa dilihat di situs resmi di www.akmil.ac.id atau www.tniad.mil.id dikolom pendaftaran prajurit.
Sejarah
Pada tanggal 31 Oktober 1945 didirikan Militaire Academie (MA) di Kota Yogyakarta atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Letjen TNI Urip Sumohardjo. Setelah meluluskan dua angkatan pada tahun 1950, Militaire Academie Yogyakarta ditutup sementara karena alasan teknis. Taruna angkatan ketiganya menyelesaikan pendidikan di Koninklijke Militaire Academie (KMA) di Breda, Belanda. Saat itu pula didirikan Sekolah Perwira Darurat di Berastagi dan Prapat (Sumatera Utara), Bukittinggi (Sumatera Barat), Palembang (Sumatera Selatan), Tangerang (Jawa Barat), Salatiga (Jawa Tengah), serta Malang dan Mojoagung (Jawa Timur), guna memenuhi kebutuhan TNI pada waktu itu.Tanggal 1 Januari 1951 didirikan Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat (SPGi-AD) di Bandung yang kemudian menjadi Akademi Genie Angkatan Darat pada 26 Januari 1956. Lembaga pendidikan prajurit ini menjadi Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 23 September 1956. Tanggal 13 Januari 1951 didirikan Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat (P3AD) di Bandung.
Pada tanggal 11 November 1957 diresmikan Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang (Jawa Tengah), yang merupakan kelanjutan dari Akademi Militer Yogyakarta. Taruna yang masuk tahun 1957 dinyatakan sebagai taruna Akademi Militer angkatan ke-4. Kota Magelang dipilih sebagai lokasi AMN karena merupakan kota perjuangan dengan iklim baik, dan letaknya strategis dan dekat dengan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, yang bisa mengisi kekurangan tenaga dosen non-militer.
Pada tahun 1961, AMN Magelang diintegrasikan dengan Atekad Bandung dengan nama Akademi Militer yang berkedudukan di Magelang. Tahun 1965, AMN diintegrasikan dengan AAL, AAU, Akademi Angkatan Kepolisian dengan nama AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Dengan integrasi tersebut, pembinaan dan pengelolaan keempat AKABRI bagian dilaksanakan oleh Komando Jenderal AKABRI.
Tahun 1967, AKABRI di Magelang diresmikan menjadi AKABRI Udarat, yang meliputi dua Akabri di bawah satu pimpinan yakni Akabri Bagian Umum dan Akabri Bagian Darat. Akabri Bagian Umum mendidik taruna AKABRI bagian di tingkat I selama 1 tahun, sedang AKABRI Bagian Darat mendidik taruna AKABRI Bagian Darat mulai tingkat II sampai IV.
Tahun 1979, Akabri Udarat berubah menjadi Akabri Bagian Darat dan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan taruna AKABRI bagian darat selama 4 tahun. Selain itu juga menyelenggarakan pendidikan dasar keprajuritan Chandradimuka selama 17 minggu untuk Capratar AKABRI bagian Darat, Laut, Udara dan Kepolisian.
Pada tanggal 14 Juni 1984, sesuai dengan keputusan Panglima ABRI waktu itu, dalam rangka reorganisasi di lingkungan ABRI, maka pembinaan dan pengelolaan AKABRI Bagian Darat diserahkan kembali kepada Kepala Staf TNI AD, dan namanya berubah menjadi Akmil (Akademi Militer).
Setelah bergulirnya reformasi 1998, maka sesuai keputusan pimpinan ABRI yang memutuskan mulai 1 April 1999 adanya pemisahan POLRI dari ABRI dan ABRI menjadi TNI, maka nama AKABRI diubah menjadi AKADEMI TNI dimana Akademi Militer merupakan salah satu bagiannya.
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar