Jumat, 25 November 2011

PEMERINTAHAN

Indonesia di Ranah Dunia PDF Cetak E-mail


Usai sudah pertemuan KTT ASEAN-19, 17-19 November 2011 di Bali. Perhelatan kali ini diselenggarakan oleh Indonesia yang tahun ini menjabat sebagai ketua ASEAN. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyukseskannya, diawali dengan KTT ASEAN-18 bulan Mei 2011 yang lalu. Tema ASEAN Community in a Global Community of Nations kemudian diusung menjadi suatu Deklarasi pada KTT 19 sebagai Bali Declaration on ASEAN Community in a Global Community of Nations (Bali Concord III).

Di samping itu telah dihasilkan sembilan capaian utama yang mencakup bidang politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya sebagai hasil dari pertemuan-pertemuan puncak KTT ASEAN, ASEAN+, ASEAN-East Asia Summit, dan KTT PBBASEAN (KTT ASEAN dan KTTKTT terkait) yang telah dibahas dan diputuskan oleh para pemimpin yang mewakili 18 negara dari ASEAN dan Mitra Dialog ASEAN di Bali. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah makna capaian yang telah dihasilkan dalam KTT ASEAN terhadap Indonesia?

Capaian-capaian

Harus diakui Indonesia telah sukses sebagai Ketua ASEAN tahun ini, seperti berperan penting dalam penyelesaian konflik Thailand-Kamboja dan kesepahaman COC di Laut Cina Selatan bagi negara-negara yang terlibat termasuk Cina. Juga telah disepakati tentang Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ). ASEAN akan terus mendorong li ma negara pemilik senjata nuklir utama dunia (Amerika Serikat, Cina, Rusia, Inggris, dan Prancis/ P5) menghormati dan mendukung proses aksesi Protokol Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ).

Di bidang ekonomi, Indonesia perlu meningkatkan negosiasi dalam skema perdagangan bebas (FTA) dengan ASEAN+3 (Jepang, Cina, dan Korea Selatan), dan ASEAN+1, seperti misalnya Singa pura dan Filipina telah menyelesaikan negosiasi FTA dengan Jepang, disusul kemudian Thailand dan Malaysia. Indonesia dan Jepang pada akhirnya mencapai kesepakatan pula di bidang perdagangan. Demikian pula dengan Cina, Indonesia telah mencapai kesepakatan kerja sama FTA.

Indonesia memang bukan pelopor dalam pembentukan FTA. Hal ini karena pemerintah belum merumuskan kebijakan perdagangan yang komprehensif, termasuk peran ASEAN dan FTA. Indonesia juga belum mempunyai kemampuan yang cukup untuk bernegosiasi, apalagi dengan beberapa negara sekaligus. Tetapi, Indonesia sebagai bagian dari ASEAN sudah terlibat dalam gelombang pembentukan FTA di kawasan Asia Ti mur dan Asia Pasifik.

Ketika Singapura memulai pembentukan FTA, bisa dimaklumi bahwa Indonesia tidak banyak memberikan perhatian dan reaksi. Tetapi kini, dengan keterlibatan Thailand, Malaysia, dan Filipina, memang tidak dapat dihindari bahwa Indonesia pun perlu mengikutinya. Sebab, bila tidak, produk ekspor Indonesia di pasar Cina, Jepang, Australia, dan Amerika Serikat akan mendapat perlakuan yang kurang menguntungkan. Pada hakikatnya, FTA menciptakan diskriminasi dalam perdagangan internasional (Hadisoesastro, 2004). Dalam bernegosiasi, sejauh ini Indonesia berada di belakang dan bahkan ada kesan Indonesia bersembunyi di antara negara ASEAN lainnya untuk menutupi ketidaksiapannya.

Negara-negara ASEAN perlu meningkatkan kerja sama untuk memperkuat daya saing kawasan dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan lingkungan hidupnya melalui kerja sama pendidikan dan kebuda yaan. Sebagian besar masyarakat ASEAN merupakan korban kebijakan elite di ketiga pilar ASEAN (politik, ekonomi, dan sosial-budaya). Masyarakat menjadi kelompok marjinal sebagai korban dampak kesepakatan per dagangan bebas (FTA) yang sangat propasar.

Di samping itu terjadi pula ketimpangan pembangunan, pengangguran, dan kemiskinan. Apalagi, dalam KTT ASEAN ini tidak dikeluarkan Deklarasi HAM ASEAN yang diharapkan menjadi payung bagi Badan HAM ASEAN (AICHR) sesuai dengan Piagam ASEAN untuk melindungi masya rakat. HAM di Asia Tenggara masih dipengaruhi oleh sistem politik dan nilai-nilai yang berkembang di suatu negara. Hal itu menunjukkan bahwa HAM belum dilihat sebagai nilai yang universal.

Kalau masyarakat ASEAN belum menjadi pusat pembangunan, maka organisasi tersebut akan tetap menjadi organisasi elitis karena proses pembangunan ASEAN tidak melibatkan partisipasi masyarakat secara substansial. ASEAN Community 2015 bertujuan untuk mencapai ASEAN Community Building dengan melindungi masyarakat (peoplecenteredness). Kalau demikian kon disinya, maka cita-cita Indonesia untuk membawa ASEAN Community ke dalam global community of nations yang sudah dituangkan dalam deklarasi Bali Concord III akan memerlukan jalan panjang.

Peran global
Sepekan sebelum KTT ASEAN, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2011 di Honolulu, Hawai, Amerika Serikat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ditunjuk sebagai lead speaker dalam pembahasan soal energi. SBY telah berdialog bersama Perdana Menteri Jepang, Kanada, dan Singapura.

APEC, sebagai salah satu forum kerja sama ekonomi di kawasan Asia-Pasifik, menjadikan isu integrasi ekonomi kawasan sebagai salah satu agenda utama. Pertemuan APEC Economic Leaders Meeting (AELM) pada 2010 telah menyepakati Free Trade Area of the Asia-Pacific (FTAAP) sebagai salah satu opsi integrasi ekonomi kawasan. Pembentukan FTAAP akan dilakukan di luar APEC, sedangkan APEC akan ber peran sebagai inkubator dalam pembentukan FTAAP.

Selanjutnya, APEC juga telah membahas opsi-opsi pathway pembentukan FTAAP yang di antaranya dapat dilakukan melalui Trans-Pacific Partnership (TPP). TPP telah menjadi euforia pembahasan APEC dalam dua tahun terakhir. TPP yang sebelumnya di kenal sebagai Pacific 4 (Singapura, Brunei Darussalam, Cile, dan Selandia Baru) kini semakin menarik perhatian berbagai negara di kawasan sejalan dengan bergabungnya beberapa anggota APEC lainnya, seperti AS, Australia, Peru, Vietnam, dan Malaysia.

Bahkan, sejumlah anggota APEC lainnya, seperti Jepang, Filipina, dan Kanada juga akan bergabung. Dapat dibayangkan bahwa jika blok ini terbentuk, dipastikan TPP akan memilki leverage yang cukup diperhitungkan dalam proses pembentukan arsitek tur regional dan global. Indonesia belum ingin bergabung dalam TPP, tetapi Indonesia perlu un tuk mengikuti terus perkembangan TPP, mengingat kecenderungan semakin banyaknya negara.

Di samping KTT APEC, tahun ini juga berlangsung KTT G-20 di Cannes Perancis yang telah memberikan apresiasi pada Indonesia menjadi salah satu dari enam negara yang ekonominya di pandang baik dalam draf rencana aksi KTT G-20. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menga takan, sejumlah langkah ekonomi yang dilakukan Indonesia untuk bertahan dan menghindari imbas krisis. Indonesia dianggap me miliki kebijakan yang tepat dengan pengurangan subsidi, namun menyubstitusinya dengan jaminan perlindungan sosial.

Pada tingkat global, Indonesia perlu secara konsisten terus memperjuangkan kepentingan nasional, regional, dan internasional di berbagai forum multilateral. Namun, pekerjaan rumah yang dihadapi Indonesia masihlah besar, seperti di bidang keamanan kawasan dan nasional. Dengan keterlibatan AS di EAS baru-baru ini, memberikan peluang bagi AS untuk lebih berpengaruh di kawasan Asia Timur.

Bersamaan dengan KTT ASEAN, Amerika Serikat menempatkan kekuatan militernya di Darwin Australia. Hal ini perlu diantisipasi oleh Indonesia apa maksud sesungguhnya di balik penempatan militer AS tersebut. Bagi kepentingan nasional hal ini tentunya meng kha watirkan karena apakah AS akan memengaruhi penyelesaian PT Freeport dan juga konflik di Papua?

Jadi, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, peran Indonesia di ASEAN, APEC, dan G20 sangat lah penting. Di Samping masalah keamanan Indonesia juga ha rus lebih fokus terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pasar yang besar dan sumber daya alam yang melimpah seharusnya Indonesia menangkap peluang dari kerja sama regional dan global.

Inilah momen yang tepat bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saingnya menghadapi perdagangan bebas. Jangan sampai Indonesia hanya sebagai pasar negara-negara lain. Sudah saatnya pemerintah untuk berbenah diri. Hal ini memerlukan pembenahan birokrasi, pemberantasan korupsi secara tepat, peraturan hukum yang jelas, dan penegakan hukum secara adil dan transparan.


Senjata Baru, Perang Baru? PDF Cetak E-mail


Kita mungkin akan segera kehilangan –kemudian merindukan- adegan heroisme-patriotisme seorang Rambo (Sylvester Stallone), Steven Seagal, atau jagoan tentara Amerika Serikat lainnya dalam membunuh musuh –biasanya ‘musuh’ adalah tentara komunis Uni Soviet atau Cina, kartel narkotika Meksiko, dan tentara bayaran Arab. Rambo, ambil contoh, begitu piawai memainkan pisau dan pistol, sedangkan Steven Seagal sungguh aduhai dengan bela dirinya. Di akhir cerita, kita pun menyaksikan para jagoan tersebut berjalan membelakangi gudang/markas musuh yang meledak-terbakar. Musuh kalah total.

Apa pasalnya kita akan kehilangan jagoan-jagoan itu? Alasannya sederhana saja, AS tidak lagi membutuhkan figur Rambo atau Steven Seagal. AS kini punya senjata baru, yakni pesawat tanpa awak: unmanned aerial vehicle. UAV lebih efektif dalam menghabisi lawan. Pesawat diterbangkan daalam jarak beribu mil dari target, dan dibekali dengan kamera pengintai serta rudal presisi tinggi. Di darat, tim operator mengendalikan penerbangan dan serangan UAV seperti laiknya bermain video games. Serangan, atau ‘perang’, bisa dilangsungkan dengan cepat dan mudah.

                                                                      ***

UAV untuk pertama kalinya mulai dikenal oleh dunia dalam kebijakan ‘perang melawan terorisme’ yang dilancarkan AS di Irak dan Afghanistan, sekitar tahun 2004. AS menggunakan UAV untuk mengincar sekaligus menyerang target operasi militer berupa kamp pelatihan, rumah/markas pemimpin, maupun tempat persembunyian kelompok Al-Qaeda serta gerombolannya. Target operasi UAV biasanya spesifik. AS mesti yakin betul bahwa target bangunan tersebut dihuni oleh pemimpin/tokoh utama dan kelompok teroris.

Dalam konteks strategi, terdapat beberapa keunggulan UAV dibanding penggunaan ‘persenjataan konvensional’ –yang mengandalkan kemampuan fisik tentara atau senjata yang dioperatori manusia secara manual. UAV merupakan senjata yang sulit dideteksi musuh. Berbeda dengan pesawat jet yang berukuran besar, mengeluarkan panas, dan membutuhkan rantai logistik yang tidak sederhana (stok amunisi, teknisi, garasi), ukuran UAV relatif kecil dan dirancang mampu memuat kamera beresolusi besar sekaligus rudal presisi tinggi. UAV bisa dijalankan untuk dua misi sekaligus. Pertama, untuk reconnaissance atau pengintaian dan kedua, untuk penyerangan (assault). Keberadaan UAV, selain menjalankan fungsi intelijen (pengumpulan data), juga berperan sebagai eksekutor. Jika UAV jatuh atau mengalami kecelakaan –di mana sampai saat ini jarang terjadi, tidak ada nyawa pilot yang hilang dalam pertempuran.

Bagi pemerintah AS, penggunaan UAV tidak terlepas dari latar belakang protes di dalam negeri. Medio 2006, publik AS mulai mempertanyakan banyak hal mengenai Operation Iraqi Freedom (Irak) dan Operation Enduring Freedom (Afghanistan). Tingginya jumlah korban –baik di pihak AS maupun masyarakat Irak-Afghanistan, ketidakpastian ada-tidaknya senjata pemusnah massal milik rezim Saddam Husein, tingginya ‘ongkos perang’ yang mesti ditanggung –lebih dari US$ 3 triliun, seperti dihitung ekonom Joseph Stiglitz- merupakan beberapa poin kritik publik terhadap pemerintah. Untuk meredam kritik tersebut, pemerintahan Bush mulai intensif menggunakan UAV, terutama untuk meminimalisir korban dari pihak pasukan AS. Barack Obama melanjutkan kebijakan tersebut.

Selain latar belakang kritik publik, penggunaan UAV pun memiliki alasan kepentingan teknis di lapangan. ‘Perang melawan terorisme’ merupakan perang asimetris di mana AS selaku aktor negara (state actor) menghadapi kelompok/organisasi –yang dilabeli- teroris (non-state actor). Organisasi teroris, entah itu kelompok Taliban di Afghanistan, rezim Saddam Husein, atau Al-Qaeda memiliki kapabilitas militer yang berada jauh di bawah AS. Metode perjuangan kelompok teroris biasanya hit and run dan strategi gerilya (menyerang musuh dalam kelompok kecil secara sporadis namun berusaha mencapai efek kerusakan yang besar). Jadi, perang terorisme ini berbeda dengan ‘perang-perang besar kuno’ yang sering kita saksikan tivi di mana pasukan dari para pihak yang bertikai saling berhadapan satu sama lain.

Pengorganisasian pasukan kelompok teroris pun berbeda dengan pasukan nasional –konvensional. Mereka terbagi dalam kelompok-kelompok kecil (jaringan, sel) yang memiliki otonomi sendiri untuk melancarkan serangan, atau dalam beberapa kasus bahkan untuk mencari persediaan logistik sendiri, sedangkan pasukan nasional terbangun dari organisasi yang sentralistis (komando terpusat). Kelompok teroris pun memiliki konsepsi ‘teritori’ yang berbeda –dan progresif. ‘Teritori’ tidak dimaknai secara sempit sebagai ‘wilayah kita’ yang steril dari musuh. Seluruh teritori Afghanistan dan Irak –bahkan dunia, jika menyimak doktrin revolusioner gerakan jihadisme global- merupakan medan perang. Oleh karena itu, strategi kamuflase yang penting untuk dijalankan oleh kelompok ini adalah menyatu dengan masyarakat agar tidak mudah dideteksi dan diidentifikasi musuh.

Karakter asimetris tersebut, di lapangan, menimbulkan kesulitan amat sangat bagi pasukan AS. Proporsi kematian tentara AS akibat ranjau darat, serangan bom bunuh diri, dan penyergapan (ambusement) lebih tinggi dibandingkan kontak senjata langsung. Apa yang dinamakan ‘kontak senjata langsung’ bahkan jarang ditemui pasca-turunnya Taliban dan penangkapan Saddam Hussein. Pasukan loyalis Taliban maupun Saddam mengubah haluan strateginya menjadi hit and run. Atas dasar itu, kelompok strategi di Pentagon merumuskan metode serangan baru dengan menggunakan UAV. Menghadapi kelompok teroris yang liat dalam pergerakan dan mobilisasi serta kuat dalam ideologi, pengambil kebijakan AS tidak mau mengambil risiko lebih besar untuk mengorbankan pasukannya dalam operasi-operasi militer konvensional berbasis ‘manusia.’ AS menyerahkan tugas tersebut kepada mesin.

Bagaimanapun, penggunaan UAV ini bukan berarti paripurna sama sekali. Anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan (defence procurement), perawatan, dan operasi pun besar. Dalam setahun, menurut mingguan The Economist, pemerintah AS perlu menyediakan anggaran sebesar US$ 5 miliar untuk segala keperluan tersebut. Dalam konteks saat ini, di tengah krisis finansial dan melesunya dunia kerja di AS, UAV merupakan beban bagi anggaran dan fokus kritik lanjutan publik atas perang di Irak-Afghanistan. Terlebih lagi, pemerintahan Obama memosisikan UAV sebagai ‘pasukan udara’ di garda depan operasi kontraterorisme. Selain itu, penggunaan UAV pun dikritik atas collateral damage yang ditimbulkannya. Collateral damage tersebut tidak saja berupa infrastruktur bangunan yang salah ditarget, misalnya klinik pengobatan disangka markas teroris, tapi juga korban rakyat sipil Irak-Afghanistan dan Pakistan. Menurut data The New America Foundation, dari 2,551 korban jiwa akibat serangan UAV pada periode 2004-2011 sebanyak 20 persen di antaranya adalah rakyat sipil (The Economist, 30 Juli 2011). Collateral damage tersebut menempatkan UAV dalam lampu sorot protes masyarakat internasional. Pemerintah AS dinilai telah menginjak-injak kedaulatan Irak, Afghanistan, dan Pakistan atas nama keamanan nasional serta kontraterorisme.

Senjata Baru
Dalam konteks perdebatan konseptual, UAV merupakan bagian dari proses perkembangan revolusioner dalam urusan militer (revolution in military affairs). RMA ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) secara intensif dalam sektor pertahanan. Pengendalian mobilisasi pasukan maupun senjata di matra darat, laut, maupun udara oleh seorang jenderal AS saat ini, misalnya, didukung seperangkat mesin komputer canggih dan program (software) yang mengintegrasikan komunikasi serta distribusi informasi di ketiga matra tersebut secara simultan. Aplikasi RMA ini ditunjukkan pertama kali oleh AS dalam Operation Desert Storm (Perang Teluk) di kawasan Timur Tengah guna menghalau aneksasi lebih lanjut Irak atas Kuwait. Pergerakan pasukan di darat bisa disinkronisasi dengan mobilisasi jet tempur AS dalam menghalau serangan rudal Irak.

Banyak negara yang tercengang dengan perkembangan dunia militer AS tersebut, tak terkecuali Cina (David Shambaugh, 2002). Arsenal persenjataan AS sepeninggal Perang Dingin masih lengkap dan siap operasi, dan kondisi tersebut pada derajat tertentu menimbulkan kekhawatiran tertentu di kalangan pengambil kebijakan negara lain. Kepak sayap elang AS kini tidak memiliki tandingan, terlebih ‘elang’ tersebut kini bisa berkomunikasi serta berkoordinasi dengan operator di darat maupun laut. Pengalaman menyaksikan kehebatan militer AS tersebut, dalam perkembangannya, memicu negara-negara lain untuk memodernisasi kapabilitas militernya dengan memanfaatkan teknologi komunikasi-informasi. Saat ini, sekitar 20 tahun setelah Perang Teluk, arah atau tren pengembangan senjata memang menuju kepada maksimalisasi atau eksploitasi teknologi digital. Negara Israel, contohnya, juga telah memiliki UAV. Segera menyusul mungkin negara Cina, setelah memasuki fase akhir modernisasi angkatan laut (blue water submarine).

Bagaimanapun, tak dapat dipungkiri bahwa RMA bukan proses yang terpisah dari tata kelola industri teknologi maupun sistem ekonomi suatu negara. Sulit –untuk tidak mengatakan tidak mungkin- bagi suatu negara untuk menjalankan sebuah ‘lompatan jauh ke dapan,’ dalam menyamai atau menandingi postur pertahanan AS saat ini. RMA di AS terjadi karena ada dukungan riset yang memadai dalam bidang teknologi serta channelling antara militer selaku pengguna (user), industri pertahanan nasional (producer) yang berkreasi serta menjawab tantangan spesifikasi yang diminta militer, serta pemerintah (supporter) yang menyediakan anggaran. Proses tersebut bagi AS membutuhkan waktu sekitar 30-35 tahun, di tengah suasana tegang akibat Perang Dingin melawan Uni Soviet.

Perang Baru?
Dalam kondisi internasional di mana RMA menjadi trending topic, banyak pihak lantas berpendapat bahwa RMA telah membawa perkembangan baru dalam mode perang atau konflik bersenjata (armed conflict), khususnya, pada abad ke-21, yaitu suatu ‘perang baru’ (new war). Sejauh ini saya belum menemukan definisi yang koheren serta komprehensif mengenai ‘perang baru’ tersebut, dan dalam kesempatan ini pun bukan menjadi intensi saya untuk memberikan definisi tersebut. Kata ‘baru’ dalam kosakata populer kini menjadi buzzword yang dilekatkan kepada banyak hal. Contoh yang paling mudah dijumpai adalah ‘media baru’ yang merujuk kepada media berbasis internet atau jaringan sosial. Dalam konteks komunikasi via media, mungkin ‘baru’ menjadi kategori yang penting karena internet mengubah substansi interaksi manusia. Medium layar (screen) menjadi medan simulasi atas realitas yang pada dasarnya telah terkonstruksi (Yasraf Amir Piliang, 2009).

Dalam konteks perang, menurut saya, penggunaan teknologi atau RMA merupakan fenomena perubahan metode dalam melaksanakan perang. Substansi perang atau konflik bersenjata itu sendiri tidak berubah, dan sebagaimana ditunjukkan tradisi realisme di studi Hubungan Internasional, penyebab dan latar belakang terjadinya perang masih berkitar pada isu kepentingan nasional, perebutan power, sumber daya alam, dan klaim teritori. ‘Baru’ dalam ‘perang baru’ adalah klaim atas perubahan metode. Pertanyaan selanjutnya apakah faedah dari menyematkan istilah ‘baru’ atas substansi ‘perang’ kontemporer yang menunjukkan tidak adanya perubahan dengan ‘perang lama.’ Perang, seperti ditulis Clausewitz, merupakan bentuk lain dari politik, yaitu politik yang berorientasi kepada kekuasaan (power), kejayaan (glory), serta kemakmuran (prosperity). Perang hanya bisa dikatakan ‘baru’ jika kita mau mereproblematisasi pijakan ontologi dari ‘perang’ dan ‘politik’ itu sendiri.

MILITER

Rahasia Militer RI Dicuri Mata-Mata di Seoul

SEOUL– Mengerikan. Data militer Indonesia yang dibawa oleh delegasi Indonesia yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Radjasa ke Korea Selatan, dicuri oleh tiga orang yang diduga mata-mata di kamar VIP hotel tempat mereka menginap di Seoul pada Rabu pekan lalu.

Seperti dilansir media setempat, Korea Times edisi Jumat lalu, tiga pencuri masuk ke kamar VIP pejabat tinggi Indonesia. Mereka diduga kuat mencuri informasi rahasia seputar kerjasama keamanan antara Korsel dan Indonesia.
Televisi SBS yang mengutip pejabat Kemlu Korsel mengatakan ada dua pria dan satu wanita yang diduga ras Asia, mendownload atau mengunduh data rahasia dari laptop seorang anggota delegasi dengan flash disk. Data itu mengandung informasi sangat penting, termasuk rencana pembelian pesawat tempur T-50.
Polisi menduga kelompok pencuri ini adalah mata-mata atau anggota sindikat penjualan senjata. Sementara Kemlu Korsel mengatakan, pemerintah Indonesia tidak menyampaikan keluhan atas insiden itu.
Delegasi yang dipimpin Menko Perekenomian Hatta Radjasa tiba di Seoul sejak Selasa pekan lalu. Delegasi ini akan melakukan kerjasama ekonomi sebagai lanjutan atas kesepakatan antara Presiden SBY dan Presiden Lee Myung-bak. Turut dalam rombongan adalah Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan.
Petugas keamanan dari Indonesia pada saat kejadian, Rabu sore, sedang mendampingi para delegasi. Para penyelidik langsung melakukan investigasi pasca laporan dari delegasi Indonesia — memergoki para penyusup menggunakan flash disk untuk menyalin isi dokumen dalam laptop. Komplotan itu lantas melarikan diri dari hotel ke arah Sogong-dong, dekat balai kota Seoul.
Polisi mengatakan, para penyusup diyakini masuk ke hotel secara ilegal dan memang bermaksud mencuri informasi berharga soal rencana perdagangan senjata Indonesia dan Korea. Polisi menduga, para penyusup memang ditarget mencuri data sensitif, apalagi lokasi suite berada di lantai 19.
Para penyidik mengaku telah menelusuri rekaman CCTV hotel untuk melacak para tersangka. Namun, aparat mengaku kesulitan mengidentifikasi mereka. Gambar CCTV yang diambil dari kejauhan terlihat kabur.
Tapi pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah kabar ini. Laptop yang dikabarkan dicuri data-datanya itu, bukan milik delegasi Kemhan dan tidak ada data-data penting juga di dalamnya.
“Tidak ada data militer yang hilang atau dicuri. Laptop itu milik delegasi tim ekonomi, bukan anggota tim dari Kemhan. Isinya pun bukan data-data penting, hanya hal biasa saja,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen I Wayan Midhio, kemarin.
Wayan menjelaskan dalam kunjungan yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Radjasa ke Seoul tersebut, Menhan Purnomo Yusgiantoro dan tim hanya mendampingi. Bukan secara khusus membahas masalah kerjasama pertahanan dengan pihak Korea Selatan.
“Dalam kunjungan itu, tidak ada data-data militer kita yang dibawa. Rencana pembelian pesawat T-50 juga baru pada tahap omong-omong saja. Tidak ada yang rahasia, sudah kita sampaikan semua kepada media massa,” terangnya.
Menurut Wayan, jika memang ada data militer atau data penting yang dibawa delegasi Kemhan, tidak mungkin data-data tersebut ditinggalkan di kamar hotel tanpa penjagaan.
Sementara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membenarkan adanya kasus pencurian yang menimpa rombongan pejabat RI ini. Kasus itu pun sudah dilaporkan ke polisi setempat. Juru Bicara Kemlu Michael Tene menjelaskan, yang dicuri oleh pelaku hanya laptop, namun kemudian laptop segera ditemukan. “Ditemukan security hotel, masih di hotel lokasinya dan dikembalikan kepada staf kementerian yang kehilangan,” imbuhnya.
Namun Michael tidak memiliki data yang detil mengenai pelaku pencurian. “Saya tidak punya data rinci termasuk isi laptop tersebut bagaimana. Laptop hanya hilang beberapa waktu,” tutupnya. (dtc)

Sangat Rahasia, Tak Semua Pejabat Militer AS Tahu Operasi Penangkapan bin Laden

Senin, 02 Mei 2011 12:58 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD - Osama bin Laden - pemimpin terlama al Qaeda - dibunuh oleh pasukan AS di sebuah rumah sekitar 100 kilometer, atau 62 mil, sebelah utara ibukota Pakistan Islamabad bersama dengan anggota keluarga lainnya, seorang pejabat senior AS mengatakan kepada CNN.

Bin Laden melakukan perlawanan dan tewas dalam baku tembak, para pejabat senior pemerintah Pakistan mengatakan. Namun para pejabat intelijen Pakistan mengatakan  tidak tahu siapa yang melepaskan tembakan yang benar-benar membunuh orang yang disebut-sebut sebagai dalang teror itu.

Tiga orang lainnya juga tewas dalam serangan,  seorang di antaranya wanita.

Tim AS berada di kompleks selama sekitar 40 menit, kata para pejabat. Tidak ada korban di pihak Amerika, meskipun helikopter AS jatuh dalam serangan karena masalah mekanis. Helikopter itu kemudian dihancurkan karena alasan keamanan, para pejabat senior pemerintah mengatakan.

Operasi bersandi "Tangkap bin Laden" ini juga dilakukan sangat hati-hati. Pejabat itu mengatakan hanya sekelompok kecil orang di dalam pemerintah AS tahu tentang operasi ini sebelumnya. Petugas lainnya mengatakan "tim kecil AS" terlibat dalam operasi itu, tetapi resmi tidak akan mengkonfirmasi keterlibatan militer AS.
Namun, seorang pejabat pertahanan senior mengatakan US Navy  terlibat.



Akademi Militer (Akmil) adalah sekolah pendidikan TNI Angkatan Darat di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Akademi Militer mencetak Perwira TNI Angkatan Darat. Secara organisasi, Akademi Militer berada di dalam struktur organisasi TNI Angkatan Darat, yang dipimpin oleh Gubernur Akademi Militer yang saat ini dijabat oleh Mayjen TNI Gatot Nurmantyo
Calon Taruna Akmil merupakan lulusan SMA atau MA (IPA dan IPS). Akmil merupakan pendidikan ikatan dinas yang dibiayai oleh negara.

Kurikulum

Pendidikan Akmil ditempuh dalam 4 tahun. Dengan rincian Pendidikan Dasar Keprajuritan Chandradimuka yang dilaksanakan bersama taruna AAL dan AAU selama 1 tahun, tingkat I s/d tingkat IV selama 4 tahun. Mulai tahun ini taruna yang lulus akan mendapat titel Sarjana Pertahanan . Selama masa pendidikan, Taruna tidak diperkenankan untuk menikah sampai yang bersangkutan telah 2 tahun menjalani ikatan dinas selepas dilantik menjadi letnan dua. Untuk lulusan IPA mengambil jurusan Umum, sedang untuk lulusan IPS mengambil jurusan Administrasi.
Pada Tingkat III, Taruna dibagi menjadi 5 jurusan, yakni Jurusan Tempur, Jurusan Teknik Zeni, Teknik Peralatan, Teknik Perhubungan dan jurusan Administrasi.
Menjelang akhir pendidikan, khusus taruna Jurusan Tempur (Umum) dibagi lagi menjadi tiga yang akan menyandang korps Infanteri, Kavaleri, Artileri Medan, dan Artileri Pertahanan Udara. Khusus taruna Jurusan Administrasi dibagi lagi menjadi enam yang akan menyandang korps Pembekalan Angkutan, Topografi, Polisi Militer, Ajudan Jenderal, Keuangan, dan Penerbang.
Semua kecabangan itu merupakan pilihan dari taruna sendiri tetapi harus disesuaikan dengan hasil dari tes psikologi masing-masing taruna pada saat akhir pendidikan .
Pendaftaran biasanya dimulai pada bulan Februari dan seleksi dimulai April setiap tahunnya dan pendidikan dimulai pada 1 Agustus. Untuk lulusan IPS disesuaikan dengan kebutuhan di TNI-AD. Jadi, tidak setiap tahun menerima dari lulusan IPS.
Biasanya menerima 4 tahun sekali atau setiap ada kebutuhan dan disesuaikan dengan kebijakan dari Mabes TNI.
Hal ini dikarenakan jurusan administrasi yang biasa diambil oleh lulusan IPS, akan diisi oleh perwira dari Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK) yang berasal dari D3 dan S1. Usia penerimaan calon taruna minimal 17 tahun 9 bulan pada saat pembukaan pendidikan per 1 Agustus dan maksimal 22 tahun. Bagi calon yang berkacamata maksimal 1 dioptri, nilai harus lebih tinggi daripada calon lain yang tak berkacamata yaitu 10 lebih tinggi (misal tak berkacamata rata-rata nilai 65, maka berkacamata harus 75). Untuk lebih lengkap bisa dilihat di situs resmi di www.akmil.ac.id atau www.tniad.mil.id dikolom pendaftaran prajurit.

Sejarah

Pada tanggal 31 Oktober 1945 didirikan Militaire Academie (MA) di Kota Yogyakarta atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Letjen TNI Urip Sumohardjo. Setelah meluluskan dua angkatan pada tahun 1950, Militaire Academie Yogyakarta ditutup sementara karena alasan teknis. Taruna angkatan ketiganya menyelesaikan pendidikan di Koninklijke Militaire Academie (KMA) di Breda, Belanda. Saat itu pula didirikan Sekolah Perwira Darurat di Berastagi dan Prapat (Sumatera Utara), Bukittinggi (Sumatera Barat), Palembang (Sumatera Selatan), Tangerang (Jawa Barat), Salatiga (Jawa Tengah), serta Malang dan Mojoagung (Jawa Timur), guna memenuhi kebutuhan TNI pada waktu itu.
Tanggal 1 Januari 1951 didirikan Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat (SPGi-AD) di Bandung yang kemudian menjadi Akademi Genie Angkatan Darat pada 26 Januari 1956. Lembaga pendidikan prajurit ini menjadi Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 23 September 1956. Tanggal 13 Januari 1951 didirikan Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat (P3AD) di Bandung.
Pada tanggal 11 November 1957 diresmikan Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang (Jawa Tengah), yang merupakan kelanjutan dari Akademi Militer Yogyakarta. Taruna yang masuk tahun 1957 dinyatakan sebagai taruna Akademi Militer angkatan ke-4. Kota Magelang dipilih sebagai lokasi AMN karena merupakan kota perjuangan dengan iklim baik, dan letaknya strategis dan dekat dengan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, yang bisa mengisi kekurangan tenaga dosen non-militer.
Pada tahun 1961, AMN Magelang diintegrasikan dengan Atekad Bandung dengan nama Akademi Militer yang berkedudukan di Magelang. Tahun 1965, AMN diintegrasikan dengan AAL, AAU, Akademi Angkatan Kepolisian dengan nama AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Dengan integrasi tersebut, pembinaan dan pengelolaan keempat AKABRI bagian dilaksanakan oleh Komando Jenderal AKABRI.
Tahun 1967, AKABRI di Magelang diresmikan menjadi AKABRI Udarat, yang meliputi dua Akabri di bawah satu pimpinan yakni Akabri Bagian Umum dan Akabri Bagian Darat. Akabri Bagian Umum mendidik taruna AKABRI bagian di tingkat I selama 1 tahun, sedang AKABRI Bagian Darat mendidik taruna AKABRI Bagian Darat mulai tingkat II sampai IV.
Tahun 1979, Akabri Udarat berubah menjadi Akabri Bagian Darat dan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan taruna AKABRI bagian darat selama 4 tahun. Selain itu juga menyelenggarakan pendidikan dasar keprajuritan Chandradimuka selama 17 minggu untuk Capratar AKABRI bagian Darat, Laut, Udara dan Kepolisian.
Pada tanggal 14 Juni 1984, sesuai dengan keputusan Panglima ABRI waktu itu, dalam rangka reorganisasi di lingkungan ABRI, maka pembinaan dan pengelolaan AKABRI Bagian Darat diserahkan kembali kepada Kepala Staf TNI AD, dan namanya berubah menjadi Akmil (Akademi Militer).
Setelah bergulirnya reformasi 1998, maka sesuai keputusan pimpinan ABRI yang memutuskan mulai 1 April 1999 adanya pemisahan POLRI dari ABRI dan ABRI menjadi TNI, maka nama AKABRI diubah menjadi AKADEMI TNI dimana Akademi Militer merupakan salah satu bagiannya.


PENDIDIKAN

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mempercepat waktu pemberian kisi-kisi soal ujian nasional (UN) 2012. Kisi-kisi soal akan diberikan pada akhir tahun 2011 ini. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro mengatakan, hal itu dilakukan untuk membantu sekolah dan para siswa lebih siap menghadapi UN tahun depan.
Khairil menjelaskan, rencana tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan akseptabilitas, dan juga merupakan jawaban atas banyaknya masukan terkait penyelenggaraan UN. Dari sekian banyak masukan, yang kemudian dijadikan fokus oleh Balitbang Kemdikbud adalah akseptabilitas, kualitas, dan efektifitas penyelenggaraan UN.
"Dari sekian banyak rekomendasi yang disampaikan, yang paling banyak dipersoalkan adalah akseptabilitasnya," kata Khairil, kepada Kompas.com, Senin (7/11/2011), di Kemdikbud Jakarta.
Peningkatan akseptabilitas UN dinilai akan meminimalisir "ketakutan" para siswa dan guru saat akan menghadapi UN. Cara yang ditempuh adalah dengan melakukan dialog secara lebih intensif, dan memberikan kisi-kisi UN secepatnya.
Pemberian kisi-kisi UN juga bertujuan agar memudahkan pusat memberikan arahan kepada dinas pendidikan daerah dan guru-guru di sekolah agar pembuatan soal-soal ujian di sekolah merujuk dan disesuaikan dengan kisi-kisi UN yang diberikan.
"Ketakutan itu akan memicu penolakan. Untuk menekan itu, kita berencana menyampaikan kisi-kisi secepatnya. Jika dulu berbarengan, maka sekarang kisi-kisi UN 2012 akan kita berikan di tahun 2011, ini agar tercipta keselarasan soal dan membuat siswa terbiasa dengan soal yang akan diberikan" jelasnya.
Selain itu, hal lain yang akan dipertegas adalah memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat bahwa UN bukanlah satu-satunya penentu kelulusan. Meski proporsi penilaiannya membuat nilai UN mendominasi kelulusan, yaitu 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai sekolah.
"Saya harap UN 2012 bisa lebih santai dan diterima. Secara politik, proporsi 60:40 itu sudah diterima, dan baru akan dievaluasi apakah tetap digunakan atau akan diubah setelah dua tahun digunakan, yaitu pada 2013," tuturnya.
"Nilai-nilai UN yang rendah juga dalam proses pengkajian. Ujungnya kita berharap ada kebijakan berdasarkan pengkajian mengapa nilainya menjadi rendah, apakah soal yang terlalu susah atau ada penyebab lain," tambah Khairil.

 Cara Belajar Efektif
Panduan cara belajar efektif ini dirancang untuk membantu Anda mengembangkan kemampuan belajar yang efektif. Mempelajari suatu bahan membutuhkan kerja! Namun, dengan menggunakan teknik yang dijelaskan dalam panduan ini, dan dengan menerapkan diri sendiri, Anda dapat memperoleh keunggulan yang berharga dalam bahan pemahaman, mempersiapkan tes, dan, akhirnya, belajar. Panduan ini berisi beberapa teknik terbaik dan paling efektif untuk siswa sukses – siswa yang biasanya memiliki nilai tinggi di sekolah dan perguruan tinggi terlepas dari mata kuliah yang mereka ambil. Jadi baca terus, berpikir tentang apa yang Anda baca, dan mempersiapkan diri untuk menjadi siswa yang sukses!

 Panduan Membaca Efektif
Membaca merupakan pekerjaan yang menyenangkan bagi sebagian siswa. Melalui membaca berbagai macam buku, ilmu pengetahuan dan dunia dapat diketahui. Apakah Anda termasuk orang yang Suka membaca? Agar apa yang Anda baca tak "menguap" begitu saja, ada strateginya! Dengan menerapkan sejumlah panduan dalam membaca, Anda akan mendapatkan sesuatu dari buku yang dibaca. Panduan berikut ini bisa membuat cara membaca Anda lebih efektif!

Rabu, 16 November 2011

PENDIDIKAN

Prediksi Soal UN SMP 2011 ini kami susun dan berlaku bukan hanya untuk SMP (Sekolah Menengah Pertama) tetapi tentu saja berlaku pula untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) dalam rangka persiapan UN SMP 2011 yang lebih matang dan terarah sebab disusun oleh para pengajar yang berpengalaman di bidangnya. Kami lebih senang mengistilahkan Prediksi Soal UN SMP 2011 ini dengan istilah Latihan yang terarah Ujian Nasional SMP / MTs karena semua jenis soal yang diujikan berusaha kami sesuaikan dengan Kisi-kisi Ujian Nasional yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional atau Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
Download Links Kisi-kisi Ujian Nasional 2011
Kepala Bidang Analisis dan Informasi Pusat Penilai Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan Nasional ( Kemendiknas), Haris Sertiadi mengatakan tahun 2011 mendatang pelaksanaa ujian nasional ( UN) akan di evaluasi.
“ UN itu sebagai entry point untuk membina sekolah-sekolah di Indonesia. Untuk tahun 2011, UN akan dievaluasi,”tegas Haris, pembicara dalam dialog publik dengan pendidik dan tenaga pendidik, di pendopo Lapangan Merdeka, di arena pameran pendidikan Olimpiade Sains Nasional ( OSN) ke IX, siang ini.
Hari menambahkan, UN itu perlu dievaluasi supaya pelaksanaannya lebih baik, bagus dan memiliki metode. Hari juga mengungkapkan untuk evaluasi UN ada beberapa opsi yang perlu dilakukan.
“ Opsi tersebut, misalnya UN tidak menjadi standar kelulusan tetapi dapat digunakan untuk jenjang pendidkan selanjutnya. Kemudian, UN dijadikan sebagai standar kelulusan tapi yang menentukan kelulusan adalah sekolah. Terakhir, UN untuk menganalisa kecurangan dalam ujian,”ujarnya.
Pelaksanaan UN sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) No 19 Tahun 2005 Pasal 68. Dimana disebutkan UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Selain itu merupakan dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan dan pembinaan dan pemberi bantuan kepada satuan pendidik dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, pungkasnya.
Latihan Soal UN SMP 2011 ini terdiri dari 2 (dua) paket, yaitu Paket 1 dan Paket 2 . Silakan simak dan miliki Latihan Lengkap Ujian Nasional SMP dan MTs ini dan Anda boleh mendownloadnya secara gratis karena kami berikan juga linknya untuk mendownload file-file tersebut. :)


 Tips menghadapi UNAS
“Ujian sudah dekat, ujian aku pasti bisa, aku yakin kita bisa lulus semua”.
Kawan-kawan, Yuk kita kibarkan bendera semangat kita untuk menyukseskan UNAS 2011 nanti dengan nilai yang sempurna. Kita semua tahu bahwa, menurut data yang dilansir dari DEPDIKNAS ujian untuk anak SMA/SMK sederajat akan dilaksanakan pada tanggal 18 s.d 20 April 2011. Waduh, kalau dihitung tinggal berapa bulan lagi, tidak sampai 2 bulanan sepertinya, oleh karena itu jangan malas-malasan dong, waktu tinggal sedikit, jangan disia-siakan, rugi nantinya. Dan seperti biasa ada tips menarik buat kamu-kamu yang sekarang lagi mencari tips persiapan ujian, langkahnya cukup mudah, asalkan di laksanakan dengan sungguh-sungguh insyaAllah kita tidak akan canggung lagi dalam menghadapi UJIAN NASIONAL 2011. Ini dia rahasia paling jitu buat kamu untuk meraih kesuksesan UNAS 2011:

 Persiapan Sebelum Ujian
1. Hadapi ujian dengan tenang, jangan biarkan fikiran tertekan, upayakan emosi stabil, kemudian badan sehat dan tidak terlalu memaksa otak untuk bekerja secara berlebihan.
2. Bersikap proaktif, misalnya dengan sering bertanya kepada guru bila belum mengerti, mencari bahan-bahan lain pendukung materi, dan jangan lupa harus memiliki patokan nilai tinggi sebagai motivasi belajar kamu.
3. Buat rencana, semua proses itu memerlukan perencanaan yang matang, jadi ketika membuat rencana, aturlah sedemikian rupa, terutama dalam hal waktu, karena biasanya banyak godaan yang datang sehingga waktu yang tersisa menjadi sia-sia.
4. Perbanyak membaca dan latihan soal-soal, dan jangan lupa kembangkan materinya, supaya tidak monoton dan tingkat keberhasilanmu menyelesaikan masalah / soalpun akan semakin terasah.
5. Diskusi, walaupun hanya sekedar bertanya ini-itu, namun diskusi juga penting untuk menambah wawasan kita, terutama pada soal-soal yang belum bisa kita kerjakan atau kita kuasai.
6. Efektifkan Belajar Di sekolah. Bila kamu tipe orang yang malas pergi kesekolah, ngapain bermimpi untuk lulus, so mungkin kamu sering membolos pada saat les pelajaran, dan meskipun hanya membahas soal saja, jangan di remehkan, soalnya kan les juga penting, sayang kalau fasilitas les dari sekolah tidak dimanfaatkan, siapa yang rugi?. Kita nantinya. So mulai sekarang, membolosnya dikurangi dan fokuslah pada pelajaran, ingat nasib ada ditanganmu sendiri, kalau kamu tidak mau merubah diri kamu sendiri, kapan mau LULUS.
7. Mohon doa restu dari orangtua. Hati-hati loh bila saat ini kamu sering membuat marah, membuat kesal hati orangtua, karena bagaimanapun juga doa orangtua sangat kita butuhkan, jangan sampai deh saat ujian berlangsung kamu sedang berseteru dengan orangtua, akibatnya akan mempengaruhi hasil ujianmu.
8. Berdoa dan beribadah kepada Allah SWT. Setiap usaha harus kita awali dan kita akhiri dengan sebuah doa, berdoalah sungguh-sungguh kepada Allah, mintalah petunjuknya, mintalah ridho-Nya, jangan menyakiti-Nya dengan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-Nya, semakin dekat engkau kepada Allah, semakin besar pula kesuksesan menghampiri anda.
 Ketika Ujian / Mengerjakan Soal Ujian
1. Datang ke sekolah lebih awal. Hal ini digunakan untuk menyiapkan diri sedini mungkin, dan agar hati menjdai lebih tenang, fikiran lebih focus, bayangkan saja kalau kamu datang terlambat, selain kamu tidak konsentrasi, kamupun tidak bisa mengerjakan semua soal secara maksimal.
2. Tenang, dan percaya diri, jangan sampai rasa deg-degan membuat kamu tidak focus pada ujian.
3. Santai namun tetap waspada, usahakan posisi duduk pada 30 derajat untuk mengantisipasi rasa kantuk yang tiba-tiba menyergap ketika mengerjakan soal ujian.
4. Preview dahulu soal-soalnya sebelum dikerjakan, siapa tahu ada kesalahan.
5. Jawab dengan strategis, upayakan untuk menjawab soal dari yang termudah dulu, baru kemudian yang tersulit, bila dari awal kamu sudah terfokus pada soal yang sulit, nanti giliran mendapatkan soal yang mudah fikiranmu sudah kacau, dan ini adalah jalan yang tidak menguntungkan buat kamu, soalnya waktu 90 menit sangat singkat sekali bila digunakan untuk mengerjakan soal ujian.
6. Ketahuilah jawaban pilihan ganda dengan baik, jangan sampai salah dalam mengisi lembar LJK.
7. Periksa ulang sebelum di serahkan ke petugas, mulai dari nama sampai jawaban, kalau waktu memungkinkan.
8. Analisa hasil ujian.
 Setelah Melaksanakan Ujian
1. Hari terakhir jangan sombong tapi perbanyaklah berdoa dan bersedekah.
2. Setelah lulus, bersujud syukurlah kepada Allah dan berterimakasihlah kepada orangtua kita, karena doa mereka kita bisa mendapatkan kelulusan yang kita inginkan.

;;

By :
Free Blog Templates